• Kalender

    November 2011
    M T W T F S S
    « Jun    
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930  

Hikmah Dan Keutamaan 1 Muhamarram

Saudaraku Seluruh umat dan para pengunjung situs Syodiqiagus yang berbahagia. Terlebih dahulu, Kami ucapkan:  “Selamat tahun baru Islam, 1 Muharram 1433 H/tepatnya pada tanggal pada tanggal 26 November 2011 M.  kullu ‘aam wa antum bikhair, Semoga tahun-tahun kita penuh kebaikan. Amiin”  Tentunya kita telah sering melewai dan meperingatinya mulai dari umur 1 Tahun bahkan samapi berumur 50 Tahun tentunya kita telah memperingati dan seharusnyalah kita telah banyak introfeksi diri kita dan menilai seberapa dekat dengan Allah SWT.

Tahun bari islam 1 Muharram 1433 H adalah tahun baru yang seharusnya inilah yang kita peringati dan diperingati karena inilah hari besar islam, bukan tahun baru masehi yaitu tahun baru yang kita banggakan sebagai umat islam inilah seharusnya kita banggakan dan kita meriahkan acara-acara yang positif dan perbanyak beribadah kepada Allah sebagai bukti pendekatan diri kepadaNya.

Di banyak kesempatan dalam Al Qur’an Allah swt. bersumpah dengan objek waktu. Ulama tafsir sepakat, ketika Allah swt. bersumpah dengan salah satu makhluk-Nya, dalam hal ini waktu, maka waktu itu sangat berarti dan istimewa.

Di antara bilangan dua belas bulan dalam setahun ini, ada bulan-bulan yang istimewa dalam pandangan Islam, sehingga disebut dengan bulan haram –bulan mulia-.

Ada empat bulan yang dimuliakan Allah swt. Yaitu, Bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Bulan Rajab. Di bulan-bulan ini umat manusia dihimbau untuk tidak melaksanakan pertumpahan darah. Dan bagi umat muslim, bulan-bulan ini dianjurkan untuk meningkatkan taqarrub ilallah, mendekat kepada Allah swt. Allah swt berfirman:

”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.“At Taubah:36

Rasulullah saw. menganjurkan kepada umat muslim untuk melaksanakan shaum ‘Assyuraa (shaum hari kesepuluh) dari bulan Muharram ditambah dengan shaum sehari sebelumnya atau sesudahnya. Puasa sehari sebelumnya dinamakan Tasu’a, berasal dari kata tis’ah yang artinya sembilan. Karena puasa itu dilakukan pada tanggal 9 bulan Muharram.

Hal ini berdasarkan hadits-hadits yang diriwayatkanoleh para sahabat. Antara lain:

Dari Humaid bin Abdir Rahman, ia mendengar Muawiyah bin Abi Sufyan ra. berkata: Wahai penduduk Madinah, di mana ulama kalian? Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Ini hari Assyura, dan Allah swt. tidak mewajibkan shaum kepada kalian di hari itu, sedangkan saya shaum, maka siapa yang mau shaum hendaklah ia shaum dan siapa yang mau berbuka hendaklah ia berbuka.” Imam Bukhari.

Hadits lainnya adalah hadits berikut ini:

Dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: “Ketika Rasulullah saw. tiba di kota Madinah dan melihat orang-orang Yahudi sedang melaksanakan shaum assyuraa, beliau pun bertanya? Mereka menjawab, “Ini hari baik, hari di mana Allah menyelamatkan bani Israil dari musuh mereka lalu Musa shaum pada hari itu.” Maka Rasulullah saw. menjawab, “Aku lebih berhak terhadap Musa dari kalian”, maka beliau shaum pada hari itu dan memerintahkan untuk melaksanakan shaum tersebut.” Imam Bukhari.

Dari Ibnu Abbas ra. ia berkata: “Pada saat Rasulullah saw. melaksanakan shaum Assyura dan memerintah para sahabat untuk melaksanakannnya, mereka berkata, “Wahai Rasulullah hari tersebut (assyura) adalah hari yang diagung-agungkan oleh kaum Yahudi dan Nashrani”. Maka Rasulullah saw. bersabda, “Insya Allah jika sampai tahun yang akan datang aku akan shaum pada hari kesembilannya”. Ibnu Abbas berkata, “Rasulullah saw. meninggal sebelum sampai tahun berikutnya.” Imam Muslim.

Rasulullah saw. bersabda: “Shaumlah kalian pada hari assyura dan berbedalah dengan orang Yahudi. Shaumlah kalian sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya.” Imam Ath-Thahawy dan Baihaqy serta Ibnu Huzaimah.

Fadhilah Shaum ‘Asyura’ (tanggal 10 Muharram) menurut Abu Qotadah bahwa Rasulullah bersabda: “Shaum Arofah menghapus dosa dua tahun, sedangkan shaum ‘Asyura’ menghapus dosa satu tahun sebelumnya.” Imam Muslim

Imam Nawawi ketika menjelaskan hadits di atas beliau berkata: “Yang dimaksud dengan kaffarat (penebus) dosa adalah dosa-dosa kecil, akan tetapi jika orang tersebut tidak memiliki dosa-dosa kecil diharapkan dengan shaum tersebut dosa-dosa besarnya diringankan, dan jika ia pun tidak memiliki dosa-dosa besar, Allah akan mengangkat derajat orang tersebut di sisi-Nya.”

Demikian jawaban singkat dari kami, semoga bermanfaat dan selamat meningkatkan taqarrub ilallah di bulan mulia ini. Allahu a’lam

Oleh: agus syodiqi

Sumber : Baitul hikmah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: